Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Penerapan Sistem KLaster di Kabupaten Tangerang

Gambar
Contoh Penerapan Sistem KLaster di Kabupaten Tangerang P ermasalahan utama  pada kegiatan usaha budidaya udang   adalah kegagalan panen karena infeksi penyakit virus yang dapat yang dapat menyebabkan kematian udang secara masal . Penularan penyakit virus pada budidaya udang  dapat menyebar  secara meluas pada petak tambak lain disekitarnya , bahkan dapat menular pada kawasan tambak  dalam waktu yang yang pendek antara 1-7 hari. Berdasarkan identifikasi permasalahan pada kawasan tambak,  proses penularan  penyakit  dapat melalui   pada tambak melalui penggunaan benih yang terinfeksi, melalui media air yang terkontaminasi pathogen virus, melalui hewan pembawa penyakit (carrier), melalui sarana dan prasarana yang digunakan dan melalui aktivitas tenaga kerja. Serangan atau virulensi penyakit virus juga akan semakin meningkat apabila udang yang dipelihara mengalami tekanan (stress). Oleh karena itu perlu dilakukan  manajeman teknis budidaya beberapa  faktor yang diduga sebaga

Panen Parsial pada Udang Vaname

PANEN PARSIAL            Perkembangan teknologi budidaya udang di Indonesia semakin pesat, seiring dengan berkembangnya budidaya udang putih vaname ( litopenaus vannamei ), sebagai komoditas ekonomis ditambak selain udang windu dan ikan bandeng. Secara ekonomis udang vaname hasil budidaya mempunyai pangsa pasar yang lebar pada setiap ukuran atau sizenya jualnya., sehingga berkembang disetiap tingkatan teknologi mulai tradisional sampai dengan super intensif. Pada teknologi intensif dicirikan padat tebar benih udang vaname diatas 100 ekor/m2 dengan pakan tambahan menggunakan pakan pellet yang mengandung protein antara 35-40%.  Dampak positif dari penggunaan pakan dengan protein tinggi adalah pada pertumbuhan udang relatif cepat, sedangkan dampak negatifnya adalah sisa dari pakan, feses udang vaname akan bertumpuk didasar tambak terurai menjadi amoniak yang berbahaya bagi kelangsungan udang vaname.  Dampak lainnya, limbah air proses budidaya dengan kandungan amoniak tinggi (>0,5

Plankton, Lumut, Klekap dalam budidaya udang

Gambar
S uatu  hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam budidaya udang, adalah pengelolaan kualitas air tambak. Seorang bididayawan belum dapat dikatakan mengerti tentang budidaya udang apabila belum mampu mengelola kualitas air tambaknya. mengelola kualitas air tambak dalam konteks ini, maksudnya ialah menjaga semua parameter kualitas air yang dipantau selalu berada dalam kisaran yang dianjurkan, yakni DO minimal 4 ppm (pagi) dan maksimal 12 ppm (siang), pH 7,5 - 8,0 (pagi) dan 8,0 - 8,5 (siang), salinitas 12 - 25 ppt, alkalinitas 120 - 150 ppm, kecerahan 30 - 70 cm (tergantung pada umur udang), ammonia bebas maksimal 0,1 ppm, ketinggian air 120 cm dan jenis plankton yang diharapkan  Chlorophyta  dan  Diatomae , sementara  Blue Green Algae  (BGA) harus di bawah 10 % dan  Dinoflagellata harus di bawah 5 %. Pada awal masa budidaya, hal yang sulit dikendalikan adalah "kecerahan", karena pada saat itu input (nutrisi yang diperlukan oleh plankton untuk berkembang biak)

Udang Merguensis Unggulan Terbaru Budidaya Air Payau

Gambar
Marguiensis, Udang Asli Indonesia Pelengkap Udang Vaname Ketergantungan Indonesia pada komoditas udang vaname ( Litopenaeus vannamei ) sudah berlangsung sejak lama. Ketergantungan itu terjadi, karena udang putih tersebut selama ini menjadi komoditas andalan untuk ekspor Indonesia. Sementara, pasokan untuk indukya harus didatangkan dari luar negeri alias diimpor. Untuk memutus ketergantungan tersebut, Indonesia kini mengembangkan udang putih yang bibitnya bisa ditemukan di perairan Indonesia. Udang tersebut, adalah udang putih yang dikenal di pasar internasional dengan sebutan  banana shrimp  ( Penaeus merguiensis ). Udang tersebut bisa ditemukan di perairan Laut Arafuru di Provinsi Maluku. Pengembangan udang tersebut dilakukan langsung oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah selama dua tahun terakhir. Dibandingkan dengan Vaname, udang Marguiensis disebut lebih tahan dari serang penyakit.  Dirjen DJPB KKP Slamet Soebjakto, Sekjen KKP

biologi udang vaname

Bahan Organik

Disolved Organic Matter and Particulates Organic Matter A.      Latar Belakang Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Didalam lautan terdapat  bermacam-macam mahluk hidup baik berupa tumbuhan air maupun hewan air. Air adalah suatu zat pelarut yang bersifat sangat berdayaguna, yang mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah yang lebih besar dari zat cairnya. Sifat ini dapat dilihat dari banyaknya unsur-unsur pokok yang terdapat di dalam air laut. Selain itu air laut juga mengandung sejumlah besar gas-gas udara yang terlarut. Semua gas-gas yang ada di atmosfir dapat dijumpai di dalam air laut walaupun jumlah terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di atmosfirKualitas air laut dikatakan baik atau buruk tergantung pada produktivitasnya. Kondisi ini ditentukan oleh keberadaan mikro nutrien anorganik khususnya nitrogen dan fosfat.

Pengendalian Penyakit Kotoran Putih (White Feces Syndrome)

Gambar
Teknik Pengendalian Penyakit Kotoran Putih  ( W hite F eces S yndrome ) Pada B udidaya U dang V aname di tambak Oleh Supito; A Gunarso dan I Ri z kiyanti Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara Abstrak Serangan penyakit yang dikenal dengan kotoran putih pada budidaya udang vaname saat ini telah menurunkan produktivitas udang vaname. Studi ekplorasi  pada beberapa tambak yang terinfeksi untuk mengetahui penyebab dan teknik pengendalian dan pengobatan telah  dilakukan dan dapat mencegah infeksi penyakit kotoran putih. Metoda ekplorasi dilakukan dengan mengamati kualitas air meliputi kandungan bahan organik (TOM); total bakteri dan vibrio; kestabilan plankton, serta identifikasi jenis bakteri pada udang yang terserang penyakit. Tindakan pen gendalian dilakukan dengan perbaikan kualitas air dengan mengendalikan bahan organik, menjaga kestabilan plankton dan aplikasi probiotik dengan pengaturan keseimbangan C:N:P rasio. Teknik pemuasaan (fasting) dan aplikasi feed