Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Plankton, Lumut, Klekap dalam budidaya udang

Gambar
S uatu  hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam budidaya udang, adalah pengelolaan kualitas air tambak. Seorang bididayawan belum dapat dikatakan mengerti tentang budidaya udang apabila belum mampu mengelola kualitas air tambaknya. mengelola kualitas air tambak dalam konteks ini, maksudnya ialah menjaga semua parameter kualitas air yang dipantau selalu berada dalam kisaran yang dianjurkan, yakni DO minimal 4 ppm (pagi) dan maksimal 12 ppm (siang), pH 7,5 - 8,0 (pagi) dan 8,0 - 8,5 (siang), salinitas 12 - 25 ppt, alkalinitas 120 - 150 ppm, kecerahan 30 - 70 cm (tergantung pada umur udang), ammonia bebas maksimal 0,1 ppm, ketinggian air 120 cm dan jenis plankton yang diharapkan  Chlorophyta  dan  Diatomae , sementara  Blue Green Algae  (BGA) harus di bawah 10 % dan  Dinoflagellata harus di bawah 5 %. Pada awal masa budidaya, hal yang sulit dikendalikan adalah "kecerahan", karena pada saat itu input (nutrisi yang diperlukan oleh plankton untuk berkembang biak)